Sapi dan rumput
yang tumbuh di lapangan disebut komunitas. Komunitas adalah kumpulan makhluk
hidup berbeda jenis. Mereka tinggal bersama dalam suatu lingkungan. Sedangkan kumpulan
makhluk hidup sejenis disebut populasi. Pada suatu ekosistem selalu terjadi
peristiwa saling memakan antarmakhluk hidup. Sapi memakan rumput. Selanjutnya,
daging dan susunya akan diambil untuk dikonsumsi manusia.
Dalam komunitas,
makhluk hidup menjalin hubungan saling ketergantungan
dengan sesama makhluk hidup. Namun makhluk hidup tidak hanya menjalin hubungan dengan sesama
makhluk hidup, tetapi juga dengan
lingkungannya. Lingkungan ada 2 macam, yaitu:
1. Lingkungan
biotik, terdiri dari makhluk hidup
(hewan, tumbuhan, dan manusia).
2. Lingkungan abiotik, terdiri dari benda-benda
tak hidup (air, batu, dan tanah).
Tempat
berlangsungnya hubungan saling ketergantungan antara makhluk hidup dengan
lingkungannya disebut ekosistem. Ekosistem ada 2 macam, yaitu:
1. Ekosistem alami adalah ekosistem yang sudah ada di alam.
Ekosistem ini bukan hasil buatan manusia., misalnya: hutan, sungai, danau, dan
laut.
2. Ekosistem buatan adalah ekosistem yang memang sengaja
dibuat manusia., misalnya: sawah, ladang, kolam, dan akuarium.
Contoh ekosistem
buatan.
- Ekosistem sawah
Perhatikan
kehidupan yang ada di sawah. Makhluk hidup apa saja yang kamu temukan di sana?
Tumbuhan yang biasanya sengaja ditanam di sawah adalah padi. Adapula tanaman
liar yang tumbuh, misalnya rumput liar (gulma). Selain itu, ada juga tikus yang
memakan padi. Berkembangnya populasi padi akan menyebabkan berkembangnya
populasi tikus. Tikus merupakan hama bagi tanaman padi. Hewan yang biasanya
memangsa tikus adalah ular sawah. Ular akan mengurangi populasi tikus yang
memakan padi. Hal inilah yang menjaga keseimbangan ekosisem.
- Ekosistem kebun
Di kebun biasanya
terdapat pohon-pohon yang memang sengaja ditanam. Pohon-pohon itu antara lain
pohon mangga, rambutan, dan jeruk. Selain pohon, di kebun juga ada hewan
peliharaan. Misalnya, ayam, sapi, dan kambing. Biasanya kita juga melihat ulat
memakan daun di pohon. Pohon yang banyak ulatnya tidak akan dapat tumbuh subur.
Oleh karena itu, ulat harus dibasmi. Hal ini dapat diatasi dengan adanya burung
pemakan ulat. Ayam pun menyukai ulat sebagai makanannya.
Hubungan saling
ketergantungan juga terdapat pada cacing tanah dan tumbuh-tumbuhan. Cacing
tanah hidup di dalam tanah. Tanaman menjadi lebih subur dengan hadirnya cacing
tanah. Cacing tanah akan menerobos tanah sehingga akan menghasilkan
lubang-lubang. Lubang- lubang membuat air dan udara masuk ke dalam
rongga-rongga tanah. Oleh karena itu, tanah menjadi subur dan gembur. Tumbuhan
pun menjadi subur berkat tanah yang gembur tadi. Daun-daun yang jatuh dan membusuk
merupakan makanan cacing tanah.
Untuk membedakan
ekosistem dan komunitas kita ambil satu contoh yaitu hutan. Anggota komunitas hutan terdiri
dari makhluk hidup saja misalnya pohon
dan hewan-hewan. Sedangkan anggota ekosistem hutan terdiri dari makhluk hidup dan makhluk tak
hidup, misalnya tanah, air, pohon, dan
hewan-hewan.[1]
Ekosistem akan
baik jika terjadi hubungan yang seimbang antara makhluk hidup dan lingkungannya.
Sebaliknya, ekosistem akan rusak jika keseimbangan antara makhluk hidup dan
lingkungan dirusak atau diganggu. Lingkungan yang menjadi tempat tinggal
makhluk hidup dapat mengalami gangguan.
Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:
1. Bencana alam, misalnya: gunung meletus, tanah
longsor, banjir, dan gempa bumi. Sebagai contoh gempa bumi yang disertai badai
tsunami di daerah Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatra Utara yang menyebabkan
terjadinya perubahan lingkungan. Lingkungan perumahan rusak, manusia banyak
yang mati, hewan dan tanaman juga banyak yang mati.
2. Ulah manusia, misalnya pencemaran air dan
penebangan hutan secara liar. Penebangan hutan menyebabkan hutan gundul
sehingga jika terjadi hujan dapat mengakibatkan banjir, dan hewan kehilangan
tempat tinggal. Pencemaran air di sungai menyebabkan kehidupan hewan dan
tumbuhan terganggu.
Agar kelestarian
dan kebersihan lingkungan terjaga serta terhindar dari banjir, langkah-langkah
yang dapat kita lakukan antara lain:
1. Membiasakan tidak membuang sampah di sungai.
2. Membersihkan saluran atau selokan air agar
saluran menjadi lancar.
3. Membuat tanggul permanen di sekitar aliran
sungai.
4. Melakukan reboisasi (penanaman kembali hutan
yang gundul).[2]




0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !